WNI Kembali Diselamatkan dari Hukuman Mati

Jama’ah binti Sarikan Diman (tengah) bersama Dubes Agus Maftuh (kanan). (Foto: Dok. KBRI Riyadh).

Riyadh: Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, kembali berhasil menyelamatkan seorang warga negara Indonesia (WNI) dari hukuman mati. Jama’ah binti Sarikan Diman ditangkap kepolisian Arab Saudi pada 3 Februari 2010 lalu.

Dia diduga melakukan praktik sihir yang mengakibatkan anak sang majikan menderita sakit permanen. Dari keterangan tertulis KBRI Riyadh yang diterima Medcom.id, Kamis 4 Oktober 2018, awalnya majikan Jamaah menuntut ganti rugi sebesar Rp3,8 miliar.

Setelah beberapa saat, sang majikan mengubah tuntutan menjadi hukuman mati. Namun, pengadilan akhirnya menolak tuntutan majikan dan membebaskan Jamaah pada 12 September 2018.

“Atase hukum KBRI Riyadh, Muhibuddin melakukan penjemputan Jamaah binti Sarikan dari penjara dan diantar ke KBRI Riyadh. Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyambut kedatangan Jamaah dan memberikan ucapan selamat,” demikian dikutip dari pernyataan KBRI Riyadh.

Agus menuturkan KBRI terus berkomitmen untuk melindungi WNI. “KBRI Riyadh berkomitmen untuk tidak membiarkan WNI sendirian menghadapi proses hukum, terutama WNI yang terancam hukuman mati,” tukasnya.

Dia menambahkan KBRI Riyadh akan selalu memberikan pendampingan kasus-kasus tingkat tinggi yang ancamannya hukuman mati. Menurut dia, hal tersebut merupakan prioritas utama, seperti arahan Presiden Joko Widodo.

Saat ini, Jamaah telah berada di rumah singgah KBRI Riyadh. Dia bergabung dengan para pekerja Indonesia yang belum beruntung dan menunggu proses pemulangan ke Tanah Air.

(FJR)