Iran Tangkap 22 Orang Terkait Serangan Parade Militer

Teheran: Kementerian Intelijen Iran dilaporkan telah menangkap 22 orang terkait serangan bersenjata Sabtu 22 September pada parade militer di Ahvaz.
 
Sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim juga mengatakan “senjata, material eksklusif, dan peralatan komunikasi disita”.
 
Baca juga: ISIS Klaim Serangan di Parade Militer Iran.
 
Kementerian itu menyalahkan ‘lima anggota kelompok teroris’ atas serangan tersebut. Presiden Iran menuding, pada Minggu, orang-orang itu dipersenjatai oleh sebuah Negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat (AS).
 
Wakil Kepala Garda Revolusi memperingatkan AS dan Israel akan dibalas respons ‘menghancurkan’, seraya menuduh kedua negara terlibat.
 
Namun, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyebut klaim Iran tentang keterlibatan AS ‘menggelikan’. Ia mengatakan kepada wartawan tidak khawatir dengan ancaman tersebut.
 
“Kami sudah sangat jelas bahwa mereka seharusnya tidak menuduh kami seperti itu,” katanya. “Dan saya berharap bahwa kepala yang lebih dingin dan lebih bijak akan menang,” serunya, seperti dikutip dari BBC, Selasa 25 September 2018.
 
Para separatis Arab dan kelompok militan Islamic State (ISIS) sudah mengklaim bahwa mereka melakukan serangan, yang paling mematikan di Iran dalam hampir satu dekade.
 
Parade di Ahvaz — ibu kota provinsi perbatasan barat daya Khuzestan — menandai peringatan dimulainya perang Iran tahun 1980-1988 lawan Irak.
 
Empat pria bersenjata dilaporkan mengenakan seragam militer menembaki tentara yang mengambil bagian dalam acara itu, pengamat, dan tribun untuk para pejabat.
 
Setidaknya delapan dari korban yang tewas adalah personel Garda Revolusi. Wanita, anak-anak, dan veteran perang cacat juga termasuk di antara korban, menurut para pejabat.
 
Pada Senin, ribuan orang berkumpul di luar masjid Sarallah di pusat Ahvaz untuk pemakaman korban.
 
Peti mati terbungkus bendera Iran dan para pelayat mengusung foto-foto mereka yang tewas. Serta spanduk bertuliskan “kami akan berjuang hingga akhir” dan “tidak untuk terorisme”.
 
Baca juga: Iran Tuding AS dan Separatis Arab Saudi Serang Parade Militer.
 
Perwakilan tetap AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan, pada Minggu, “mengutuk serangan teroris di mana pun” dan bahwa presiden Iran perlu “melihat ke cermin” daripada menyalahkan negaranya. Tidak ada tanggapan segera dari Pemerintah Arab Saudi atau Israel.

(FJR)